Posted on

Untuk Website WordPress, Pilih myISAM atau InnoDB

wpJakarta.Com – Untuk Website WordPress, Pilih myISAM atau InnoDB. Banyak orang -termasuk kami sendiri, selalu mencoba untuk meningkatkan kecepatan website. Melakukan hal-hal teknis yang bisa menambah performa seperti menggunakan kompresi Gzip, menggunakan CDN, mengkompresi gambar hingga minify dan kombine script. Ya semuanya memang dapat secara signifikan meningkatkan kecepatan page speed. Namun yang sering terlewatkan adalah mengecek storage engine yang digunakan.

wp jakarta tips-trik wordpresswp jakarta tips-trik wordpress

Baca juga

Storage engine untuk website WordPress, myISAM atau InnoDB

Untuk website WordPress, ketika menginstall pada hosting kebanyakan akan secara default menggunakan myISAM dan bukannya InnoDB sebagai storage enginenya. Coba cek database yang anda gunakan, lalu pertimbangkan apakah perlu tetap menggunakan default storage engine atau perlu merubahnya ke storage engine yang lain, https://dev.mysql.com/doc/refman/8.0/en/storage-engines.html. Karena faktanya, menggunakan storage engine yang tepat dengan mengukur pada skala website yang kita buat ternyata dapat secara signifikan meningkatkan performa website itu sendiri.

Cek storage engine melalui phpMyAdmin

Melalui cPanel anda dapat dengan mudah melihat database engine yang di gunakan pada masing-masing tabel. Jika tidak ada perubahan sebelumnya, kemungkinan semua type yang digunakan adalah myISAM. Namun pada faktanya baik website WordPress atau bukan, anda bisa menggunakan type storage engine baik myISAM atau InnoDB secara bersamaan. Alias berbeda pada masing-masing tabel tetapi tetap pada satu database yang sama. Misalnya tabel wp_a menggunakan myISAM sedangkan tabel data wp_b menggunakan innodb.

Lakukan study untuk Website WordPress, Pilih myISAM atau InnoDB

Karena masing-masing myISAM atau InnoDB memiliki keuntungan satu dan yang lainnya. Namun disini perlu untuk melakukan study terlebih dahulu, terutama dari pihak hosting yang digunakan. Tanyakan selengkapnya tentang penggunaan masing-masing storage engine pada server hosting yang bersangkutan. Jika pun ingin merubahnya menjadi InnoDB, apakah hal tersebut aman untuk dilakukan ? dan pertanyaan lainnya yang mungkin bisa di ambil sebagai bahan pertimbangan sebelum mengconvertnya ke type storage engine yang lain.

Study pada sisi internal website sendiri itu yang paling penting. Meskipun sesama website WordPress, bisa jadi ada kebutuhan berbeda berkaitan dengan skala website. Apakah website WordPress yang anda buat lebih baik untuk menggunakan myISAM atau InnoDB ? Blog atau website yang baru di buat mungkin berbeda dengan website yang sudah memiliki banyak konten dan jumlah trafik yang tinggi. Ketika sudah mendapatkan informasi yang lengkap, maka bisa di putuskan storage engine yang mana yang di perlukan.

Artikel WordPress dan WooCommerce lainnya

Convert myISAM ke InnoDB phpMyAdmin

wp jakarta tips-trik wordpress

Baik website WordPress atau bukan mengconvert myISAM ke InnoDB bukanlah sesuatu hal yang sulit. Prosesnya bisa dilakukan melalui phpMyAdmin ataupun plugin yang digunakan. Namun tidak ada pilihan pada mySQL untuk mengconvert semua tabel dalam satu proses yang bersamaan. Masing-masing tabel harus di convert satu persatu.

Melalui phpMyAdmin pilih tabel yang ingin di convert. Pilih Operations, lalu klik field “storage Engine”, dan tentukan storage engine yang ingin digunakan. Lakukan hal tersebut satu persatu pada setiap tabel yang ingin di convert.

Convert myISAM ke InnoDB menggunakan plugin

Jika kebetulan website anda menggunakan plugin caching “litespeed”. Proses konversi myISAM ke InnoDB juga bisa dilakukan secara mudah langsung melalui dashboard wp-admin. Pilih litespeed, pilih tab database. Akan terlihat nama tabel dan engine yang digunakan. Untuk merubah ke InnoDB , klik “Convert to InnoDB” link pada kolom tools. Untuk merubah semua database, klik satu persatu tabel yang akan di convert.

Coba monitor pagespeed website WordPress anda, apakah ada perubahan ketika sudah mengconvertnya dari myISAM ke InnoDB sebagai storage engine database ?