Posted on

Tips-trik Menginstall WordPress Pada Subdomain atau Subdirektori

wpJakarta.Com – Tips-trik Menginstall WordPress Pada Subdomain atau Subdirektori. Pada artikel ini kami memberikan langkah-langkah atau tips-trik tentang bagaimana melakukan menginstall wordpress pada subdomain atau subdirektori. Proses instalasi pada kedua konteks tersebut, baik subdomain atau subdirektori bisa dikatakan hampir sama. Prosesnya juga sangat mudah, melalui aplikasi softaculous di cPanel anda dapat melakukan instalasi sama seperti menginstall wordpress pada domain utama. baca juga : https://wpjakarta.com/blog/instal-ulang-wordpress-melalui-cpanel/.

Subdomain atau Subdirektori ?

Jika proses instalasinya sangat mudah, maka yang harus anda putuskan adalah kenapa harus membuat subdomain atau subdirektori ? Lalu memilih apakah mau melakukan instalasi WordPress pada subdomain atau pada subdirektori ? Dalam hal SEO mana yang paling baik ? apakah menambahkan subdomain atau subdirektori ? Dan yang harus menjadi pertimbangan juga adalah dari segi loading, mana yang lebih baik, apakah membuat subdomain atau subdirektori ?

Baiklah, Sebelum melangkah pada seksi tips-trik melakukan atau menginstall WordPress pada Subdomain atau Subdirektori. Kami akan coba memberikan gambaran untuk anda sebelum anda memutuskan. Apakah benar-benar mau membuat subdomain atau subdirektori. Lalu membantu anda juga untuk memutuskan apakah mau membuat subdomain atau subdirektori ?

Kenapa harus membuat subdomain atau subdirektori ?

Jika hanya untuk membuat sebuah seksi website, misalnya blog didalam lingkup website anda. Maka tidak harus membuat subdomain atau subdirektori. Anda hanya perlu untuk membuat kategori post, dan tentu saja halaman blog dari kategori post yang dibuat berada pada satu lingkup domain utama anda. Lain halnya jika anda ingin seksi blog website anda menggunakan tema website yang berbeda. Misalnya domain utama sebuah website adalah toko online yang tentu saja menggunakan tema website toko online. Lalu anda ingin membuat halaman blog yang menggunakan tema website khusus blog. Maka disini berarti anda memang harus membuat instalasi WordPress pada subdomain atau subdirektori.

Dari aspek SEO mana yang lebih baik ? Subdomain atau subdirektori ?

Membuat subdomain sama halnya anda membuat nama domain baru. Tapi anda tidak harus membelinya. Pada paket hosting anda, biasanya anda diberikan kebebasan untuk membuat subdomain. Lalu melakukan instalasi WordPress pada domain baru tersebut. Nantinya jika tidak menjalankan multisite, maka dashboard admin anda juga akan ada dua misalnya :

  • (1) domain-utama.com/wp-admin/ dan
  • (2) blog.domain-utama.com/wp-admin/.

Bagaimana dengan membuat subdirektori ? “Seolah-olah” ini hanyalah bagian dari domain utama. Keperti kategori post. Namun sama seperti subdomain dasboard admin WordPress anda juga akan ada dua untuk mengelola masing-masih instalasi WordPress.

  • (1) domain-utama.com/wp-admin/ dan
  • (2) domain-utama.com/blog/wp-admin/.

Lalu bagaimana keduanya dari perspektif search engine ? Sama saja, ya… oleh mesin pencari seperti google akan memperlakukan konten pada subdomain atau subdirektori dengan treatment yang sama. Tidak ada alasan bahwa konten di dalam subdomain akan lebih “tenar” dibanding konten di dalam subdirektori atau sebaliknya. Kenapa ? karena keduanya berada pada instalasi WordPress yang sama. Jika ada salah satu konten yang bisa lebih “tenar”, maka itu karena implementasi SEO off-page dan on-page pada konten tersebut.

Artikel berikut mungkin bisa membantu memaksimalkan SEO pada subdomain atau subdirektori website anda :

Dari aspek Pagespeed mana yang lebih baik ? Subdomain atau subdirektori ?

Ini juga pertanyaan penting yang harus diketahui sebelum kami bahas tips-trik menginstall WordPress di subdomain atau pada subdirektori. Dari sisi loading speed mana yang lebih baik atau sebaliknya mana yang berpotensi membuat loading menjadi lebih lambat. Kami memang tidak pernah mengukur halaman atau website tersebut. Tapi kami yakin bahwa keduanya akan memberikan efek yang sama. Membuat instalasi WordPress baik pada subdomain atau subdirektori artinya akan membagi satu sumber (resource) menjadi dua bagian instalasi. Mungkin akan ada konsekuensi “perlambatan” yang sepersekian detik pada load speed website anda. Tapi seharusnya anda tidak perlu khawatir, Jaman maju seperti sekarang seharusnya hal tersebut bisa di eliminasi. Yang harus anda perhatikan adalah bagaimana anda “memperlakukan” instalasi WordPress anda pada domain utama atau pada subdomain/subdirektori anda. Misalnya dengan melakukan minify, tidak memasang terlalu banyak plugin atau menghindari hal-hal yang bisa membuat loading website menjadi lambat.

Artikel berikut mungkin bisa membantu memaksimalkan pagespeed pada subdomain atau subdirektori website anda :

Mau mengatur dari satu dashboard atau dari dashboard yang berbeda ?

Baik membuat subdomain atau subdirektori akan membuat anda memiliki dashboard terpisah dari domain utama. Untuk mengatur konten utama maka gunakan dashboard admin domain utama. Dan untuk subdomain atau subdirektori maka anda akan menggunakan dashboard admin yang berbeda. Jika ingin mengaturnya dalam satu dashboard maka anda harus meng”enable” “WordPress MultiSite”.

Membuat Subdomain atau Subdirektori ?

Lalu, pertanyaan terakhir adalah membuat subdomain atau subdirektori ? Masih bingung ? kalau opini kami sendiri, kami akan membuat subdomain. Alasannya ? memiliki domain blog.domain.com terlihat lebih “cool” ketimbang domain.com/blog. Ok, jika sudah diputuskan membuat subdomain atau subdirektori, maka berikut tips-trik nya melakukan atau menginstall WordPress pada subdomain atau subdirektori.

Tips-trik Menginstall WordPress di Subdomain atau Subdirektori

Pada subdomain

  • Buat subdomain melalui cPanel, misalnya “blog” lalu save.
  • Berikan dulu SSL untuk subdomain anda. Caranya sama seperti menginstall SSL untuk domain utama. Baca juga : https://wpjakarta.com/blog/cara-pasang-ssl-gratis-cpanel/.
  • Masih melalui cPanel, Gunakan softaculous app installer untuk mengintall WordPress
  • Akan ada kolom yang harus di isi yaitu :
    • Versi WordPress yang ingin anda gunakan.
    • Choose instalation URL.
      • Karena anda sudah memasang SSL maka pilih “https”
      • Kolom berikutnya tentukan domain (subdomain) yang sudah anda buat untuk menginstall WordPress. (blog.domain.com).
    • Tentukan nama database, prefix database lalu jika semuanya sudah benar, klik install.
  • Prosesnya sama seperti anda menginstall WordPress pada domain utama. Baca juga : https://wpjakarta.com/blog/instal-ulang-wordpress-melalui-cpanel/.

Tips-trik Menginstall WordPress di Subdomain atau Subdirektori

Pada subdirektori

Tips-trik Menginstall WordPress Subdomain Subdirektori
  • Tidak perlu membuat subdirektori.
  • Langsung saja melalui softaculous, lakukan instalasi WordPress.
  • Pilih versi WordPress.
  • Pilih protokol (http atau https)
  • Pilih domain (masukan domain utama (domain.com)
  • Dan di kolom terakhir masukan “kata” yang ingin di jadikan subdirektori (misalnya : “blog”).
  • Tentukan admin username dan password.
  • Tentukan nama database dan prefix databse WordPress.
  • Jika semuanya sudah benar, lalu klik “Install”.
  • Gambar disamping akan sangat jelas perbedaan menginstall WordPress pada subdomain dan subdirektori.

Kesimpulan : Tips-trik Menginstall WordPress di Subdomain atau Subdirektori

Kini setelah membuat instalasi WordPress baru pada subdomain atau subdirektori, maka anda akan memanage masing-masing instalasi WordPress tersebut dari dua dashboard. Jika ingin menerbitkan artikel atau produk dari domain utama maka anda harus mengaturnya dari halaman domain.com/wp-admin/. Sedangkan jika ingin menerbitkan post atau artikel dari subdomain maka anda harus mengaturnya dari dashboard blog.domain.com/wp-admin/.

Kenapa tidak dari satu dashboard ? kembali ke pertanyaan di atas, Mau mengatur dari satu dashboard atau dari dashboard yang berbeda ? Anda bisa mengatur konten domain utama atau subdomain dari satu dashboard jika anda mengaktifkan fitur WordPress multisite.