Posted on

Tips Memilih Dan Memasang Plugin WordPress

wpJakarta – Tips Memilih Dan Memasang Plugin WordPress. Website WordPress tidak akan lepas dari plugins. Tema, Plugin dan WordPress adalah “ekosistem”. Sangat penting untuk menginstall plugin pada website WordPress untuk menambah baik performa maupun fungsionalitas website anda. Tapi penting juga untuk selektif dalam memilih dan memasang plugin. Supaya website anda tidak menjadi gendut karena banyaknya plugin yang terpasang. Jika dibilang website WordPress akan menjadi lambat karena banyaknya plugin yang terpasang, maka hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

wp jakarta tips-trik wordpresswp jakarta tips-trik wordpress

Baca Juga :

Plugin yang dibuat dengan penulisan kode yang tidak benar atau istilahnya “poorly coded” lah yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Google pada salah satu point opportunities google pagespeed “mengatakan” demikian :

Reduce server response times (TTFB)

Time To First Byte identifies the time at which your server sends a response. Learn more.
Themes, plugins, and server specifications all contribute to server response time. Consider finding a more optimized theme, carefully selecting an optimization plugin, and/or upgrading your server.

Artinya tetap harus selektif memasang plugin, istilahnya kalau tidak diperlukan buat apa dipasang. Pada artikel ini kami rangkumkan bagaimana tips dalam memilih dan memasang plugin pada website WordPress secara umum saja. Artinya patokannya adalah untuk website jenis blog dengan fokus pada artikel berupa tulisan dan bukan website dengan tujuan yang lebih spesifik misalnya toko online, job board, afiliasi kupon, podcast atau theme developer.

Plugin yang harus dipasang dan tidak boleh ditinggalkan

Apapun jenis website atau blog anda maka kategori plugin ini harus dipasang dan wajib. Umumnya yang bersifat memberikan keamanan dan menambah performa. Misalnya plugin yang dapat melindungi website dari serangan-serangan siber, spam dan memberikan fungsi back-up. Misalnya :

  • Sucuri Security
  • WordFence
  • All in One WordPress Security and Firewall
  • Defender
  • VaultPress
  • iThemes Security

Kategori plugin lainnya yang harus dipasang adalah plugin yang menambah performance, Misalnya plugin caching, plugin optimasi gambar, minify dan performa lainnya. Misalnya :

  • WP Rocket
  • W3 Total Cache
  • WP Super Cache
  • WP Fastest Cache
  • Litespeed Cache
  • Autoptimize
  • WP Smush
  • Humingbird
  • Dan lain-lain

Blog yang fokus pada penulisan artikel pada umunya ingin memberikan informasi yang bermanfaat melalui artikel/tutorial yang ditulisnya. Maka plugin SEO adalah kategori plugin yang harus dipasang juga, diantaranya adalah :

  • Yoast SEO,
  • All in One SEO pack,
  • WordPress SEO plugin,
  • The SEO Framework
  • Schema
  • Dan lainnya.

Plugin yang dipasang untuk menambah fungsionalitas dan memberikan kemudahan

Misalnya plugin jetpack yang mambawa segudang fungsi dan bisa membuat anda lebih mudah untuk “ngeblog”, misalnya fitur penulisan laTex, enhanced distibution dan fitur jetpack lainnya yang memberikan kemudahan untuk “ngeblog”. Jika anda fokus pada tutorial fisika atau kimia maka fitur latexnya sangat membantu untuk menulis rumus -rumus ilmiah. Ditambah jika jetpack diduetkan dengan plugin anti spam akismet maka akan menjadikannya “duet maut”. Ditambah keduanya dibuat oleh “yang punya” WordPress.

Elementor, SiteOrigin Pagebuilder, Beaver builder, Divi, Visual composer, Themify jika anda menginginkan kemudahan menyusun widget pada halaman homepage. Apalagi yang ingin websitenya seperti website berita atau majalah online, maka akan lebih mudah melakukannya dengan cara “drag and drop”.

Blogger yang ingin membangun audiens juga mesti mempertimbangkan untuk memasang plugin seperti mailchimp, hubspot dan lain-lain. sedangkan Ad inserter, WPAdvert, Ad Rotate adalah plugin yang harus dipasang bagi yang fokus ingin mendapatkan revenue dari iklan misalnya google adsense atau yang lainnya.

Banyak plugin lainnya pada kategori ini, umumnya memang memberikan kemudahan dan menambah kemampuan website atau blog anda. Tapi jika tidak dipasang pun sebenarnya tidak apa-apa karena umumnya fungsionalitasnya sudah diakomodasi oleh tema website atau oleh WordPress sendiri.

Tidak memasang plugin jenis ini juga tidak menimbulkan resiko keamanan, berbeda dengan plugin kategori pertama. Jika anda tidak ambil pusing dengan iklan maka tidak ada gunanya memasang plugin kategori iklan. Atau ada banyak blogger yang ingin websitenya “natural” dengan setting homepage dinamis, maka tidak perlu menginstal pagebuilder karena homepagenya akan terisi dengan barisan post-post terbaru.

AMP, PWA, Plugin shortcode, sosial login, custom login page dan plugin lainnya umumnya masuk dalam kategori ini. Jika memang memberikan kemudahan, maka lebih baik anda memasangnya karena bisa membuat kita lebih produktif memproduksi artikel. Untuk menghighlight, alert, membuat tombol, underline, italic atau memberikan style penulisan tentu akan lebih mudah dengan plugin shortcode ketimbang memberikan tag tag HTML atau membuat tambahan kode CSS.

Plugin yang harus hati-hati jika ingin memasangnya

WordPress memberikan informasi terhadap setiap plugin yang ada pada direktori website .Org-nya, misalnya untuk plugin yang tidak diperbarui dalam 3 kali major release wordpress :

“This plugin hasn’t been tested with the latest 3 major releases of WordPress. It may no longer be maintained or supported and may have compatibility issues when used with more recent versions of WordPress”.

Paling tidak anda musti mencari tau dulu jika ingin memasang plugin kategori ini, Plugin yang tidak pernah lagi diupdate. Plugin yang tidak diupdate oleh pembuatnya mungkin saja karena kesibukan atau hal lainnya sehingga “beliau” tidak memperbarui pluginnya.

Ketika tema website, CMS bahkan versi PHP pun selalu diperbarui ke versi yang lebih baru. Maka plugin yang tidak diperbarui dalam waktu lama sangat mungkin sudah berkurang fungsionalitasnya. Hal tersebut karena hook atau kode program wordpress yang sudah “terdeprecated” sehingga plugin tersebut tidak lagi optimal atau mungkin bisa dengan mudah tereksploitasi malware.

Bagaimana dengan plugin yang jumlah instalnya sedikit ?

Sebenarnya tidak ada masalah dengan plugin yang jumlah instalasi atau penggunanya sedikit. Bisa jadi karena plugin ini adalah plugin yang baru dibuat sehingga memang sedikit jumlah pemakainya. Bisa jadi justru plugin ini adalah “bonus” untuk anda. Plugin baru release bisa saja plugin berkualitas dengan fitur-fitur pro atau premium yang bisa didapatkan secara gratis, hal tersebut karena pihak pembuat memang sedang “berpromosi” supaya produk pluginnya bisa cepat mengorbit.

Kesimpulan tips memilih dan memasang plugin WordPress

Kesimpulannya dalam tips memilih dan memasang plugin WordPress yang musti anda perhatikan adalah jangan sampai ada dua plugin yang anda pasang yang membawa fungsi atau fitur yang sama, lebih baik pilih salah satu yang fiturnya menurut anda lebih berguna, jika hal tersebut terjadi justru bisa menyebabkan konflik atau dapat menurunkan performa website.

Setiap plugin WordPress diharuskan untuk memiliki website yang hosting (bukan listing). Ikuti setiap release, KB, informasi atau bahkan tutorial yang diberikan pihak pembuat plugin melalui website resminya, hal tersebut membuat plugin anda akan bekerja lebih optimal.

Sesuai tujuan dan fungsinya plugin tidak akan membuat website anda menjadi “payah”, justru sebaliknya akan memberikan dukungan terhadap performa website atau blog anda.