Posted on

Google Native Lazy Load Plugin

wpJakarta – Google Release Native Lazy Load Plugin. Apa yang anda rasakan saat anda pertama kali membuka halaman Homepage RevYou.id. Tepatnya saat melakukan scroll ke bawah untuk melihat gambar yang sudah terposting dihalaman depan tersebut. Jika anda merasakan bahwa gambar yang muncul seperti telat loading saat anda scroll ke bawah. Itu karena effect dari instalasi plugin google native lazy load. Plugin yang baru saja di realease oleh google untuk membantu mempercepat loading halaman sebuah website.

Plugin lazy load berguna untuk website dengan banyak dominasi gambar

Khususnya halaman homepage website revyou.id yang semuanya dipenuhi dengan gambar dan post promosi berupa modern grid block. Pemasangan plugin google native lazy load terasa sangat membantu mempercepat loading halaman website. Di sisi lain user juga akan mendapatkan benefit berupa pengurangan resources saat mengakses sebuah halaman website yang dominan dengan gambar.

Memberikan kecepatan loading halaman website merupakan salah satu upaya revyou.id untuk mengakomodasi para pelaku usaha UMKM dan pelaku usaha produk lokal yang mempromosikan produknya disini. Kita selalu dihantui dengan riset yag menyebutkan bahwa situs website yang tidak terbuka lebih dari 3 detik. Maka user akan meninggalkan alias membatalkan membuka website tersebut. Ini yang selalu kami musti hindari karena revyou.id memang mengakomodasi promosi produk dan usaha gratis bagi para pelaku usaha umkm dan produk lokal.

Baca Juga :

Komparasi dengan plugin sejenis lainnya

Google Native Lazy Load Plugin
Ilustrasi gambar logo google: Google Inc. / Public domain

Banyak plugin serupa yang pernah revyou.id coba, misalnya “Litespeed cache” yang populer dengan kecanggihan men-cache halaman website yang juga memiliki fitur untuk mengaktifkan lazy load. Tapi hasilnya kurang maksimal.

Lalu plugin populer orang-orang dibelakang wordpress “Jetpack by Automatic” yang juga membawa fitur untuk mengaktifkan lazy load. Yang terakhir revyou.id juga mengaktifkan fitur lazy load dari plugin optimasi gambar populer “Smush it”. Semuanya kurang maksimal, bahkan bisa dibilang “kacau”. “Kacau” karena gambar tidak terbuka atau hanya blank putih, bahkan saat user sudah mengakses bagian dari halaman website tersebut.

Cara kerja lazy load plugin

Lazy load seharusnya bekerja menampilkan gambar pada halaman browser saat user sudah mengakses bagian layar tesebut. Dan sementara menyembunyikan gambar yang masih tersembunyi di bagian bawah yang belum diakses oleh user. Dengan begitu resource dari sebuah website dapat dihemat karena tidak semua gambar dibuka pada waktu yang bersamaan. Gambarannya seperti ini :

Jika satu halaman website memiliki layout baris post sebanyak 10 baris. Dengan layout per baris sebanyak 3 buah post/gambar. Totalnya akan ada gambar sebanyak 30 post/gambar. Tanpa plugin lazy load browser akan bekerja secara total untuk menampilkan semua 30 gambar tersebut secara bersamaan. Terima kasih kepada Google release native lazy load plugin belum lama ini untuk mengatur browser dalam menampilkan post/gambar secara partial per baris layout yang hanya di akses oleh user saja.

Tentunya ini juga menciptakan behavior baru bagi kita para user yang mengakses halaman website untuk menscroll halaman website secara perlahan. Bagi para webmaster ini juga tentu berita baik. Pemasangan plugin tersebut sangat mudah, install dan aktivasi. Tidak diperlukan setting lanjutan setelah kita menginstall plugin tersebut. Atau memang saya yang tidak tau (mohon koreksi di komen dari para webmaster jika ternyata diperlukan setting lanjutan). Tapi setelah saya menginstall plugin tersebut, saya tidak menemukan setting pada halaman admin. Plugin langsung bekerja setelah kita mengaktivasi plugin tersebut. Download Google native lazy load.