Posted on

Tips-trik Membuat Ngebut Halaman Backend WooCommerce

wpJakarta.Com – Tips-trik Membuat Ngebut Halaman Backend WooCommerce. Ketika melakukan setup website toko online dengan tema website yang sudah mendukung WooCommerce. Biasanya kita akan dihadapkan dengan segudang bundle plugin-plugin yang “belum tentu kita inginkan”. Dan kita berfikir bisa saja hal tersebut membuat performa toko online menjadi berat.

Yup… Secara logika jika diukur dengan kapasitas hosting yang setara. Maka website toko online pastinya akan lebih lemot jika dibandingkan dengan website blog. Maksud kami, misalnya kita memiliki dua website yang di hosting dengan paket yang sama. Website A adalah website blog dengan niche tertentu, dan website B adalah website toko online dengan plugin WooCommerce. Maka “diatas kertas” website A akan berferforma lebih “kencang” baik pada halaman frontend maupun backend.

Plugin WooCOmmerce lebih kompleks dibanding plugin lain

Itu mungkin saja terjadi karena plugin WooCommerce yang kompleks. Belum lagi di tambah dengan plugin dan extensi lainnya. Pada artikel ini kami akan membahas tentang tips-trik untuk membuat ngebut halaman backend website WooCommerce. Tanpa bermaksud mengesampingkan performa loading halaman frontend, yang tentu saja lebih penting ketimbang halaman backend. Tapi mengenai bahasan bagaimana mem”boost” halaman depan toko online akan kami bahas pada artikel terpisah.

Tips-trik / langkah membuat ngebut halaman backend WooCommerce

Pilih paket hosting yang tepat berdasarkan skala toko online yang ingin dibuat. Performa dan kualitas perusahaan hosting provider dimana kita menghosting website toko online kita adalah yang paling utama. Performa layanan hosting tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja kita dikemudian hari. Namun masalahnya performa hosting sangat bergantung dengan “paketan” yang kita pilih. Makin bagus performa yang di tawarkan pada sebuah paket hosting tentu di tawarkan pada paket yang lebih mahal. Usahakan untuk tidak memilih “shared hosting” jika anda ingin membuat website toko online. Lain halnya jika hanya website blog tutorial seperti yang sedang anda kunjungi ini. Mungkin “no problem” jika hanya “numpang” pada paket shared hosting.

Cek paket shared hosting niagahoster

Baiklah, mungkin karena suatu keterbatasan, misalnya website toko online yang anda buat belum menghasilkan uang. Meskipun “harus” menggunakan shared hosting, maka upayakan untuk menggunakan hosting dimana anda bisa mengupgradenya dimasa mendatang. Tanpa harus menghentikan operasional toko online anda. Karena saat banyak customer atau member yang berbelanja, maka anda harus mengupgradenya dengan segera.

Salah satu hosting provider yang bisa anda “longok” untuk menghosting toko online anda adalah paket hosting yang di tawarkan niagahoster. Paket shared hostingnya sudah lebih dari cukup untuk mendukung platform toko online. Jika pada saatnya toko online anda mengalami lonjakan trafik dari pembeli, anda juga bisa mengupgrade ke level yang lebih tinggi, VPS atau cloud hosting.

N Cek Hosting Niagahoster

Tips-trik membuat ngebut backend website WooCommerce pada shared hosting

Selanjutnya beberapa tips-trik berikut bisa anda coba untuk membuat ngebut halaman backend website WooCommerce yang di buat dengan paket shared hosting.

Delete / hapus plugin yang belum anda perlukan (untuk sementara waktu)

Biasanya, tema website WordPress toko online akan “mengangkut” banyak plugin yang harus anda install. Misalnya plugin-plugin populer yang umum dibawa adalah : WooCommerce admin, Mailchimp, Hubspot, Elementor, ACF, YITH Wishlist, WP smart compare, dan lainnya. Dan biasanya plugin tersebut juga menuntut untuk menggunakan versi PRO agar dapat bekerja maksimal pada toko online. Belum lagi plugin-plugin kecil seperti custom text add-to-cart, custom invoice, custom pembayaran, slider dan lain-lain. Yang digunakan untuk mengkustom hal-hal yang “sepele”.

Kembali pada skala toko online yang anda buat. Pertanyaannya adalah apakah anda benar-benar memerlukan semua plugin tersebut untuk dipasangkan pada website toko online yang belum “menghasilkan” uang ? Menurut kami pribadi, jawabannya adalah tidak. Atau jika anda sedikit familiar dengan kode atau skrip fungsi php WordPress. Maka banyak plugin-plugin tersebut yang bisa dibuang, dan digantikan dengan menuliskan baris-baris kode fungsi PHP ke dalam file function.php.

Menghapus plugin tetap akan membuat website toko online berjalan normal

Lalu bagaimana dengan plugin-plugin besar WooCommerce admin, Mailchimp, Hubspot, Elementor, ACF, YITH Wishlist, WP smart compare, dan lainnya. Faktanya, banyak tema website woocommerce yang berjalan sempurna meskipun tanpa elementor, Misalnya storefront. Lalu custom field bawaan WordPress juga bisa dimaksimalkan ketimbang menggunakan ACF versi PRO. Jika website toko online anda belum banyak membernya, tampaknya juga belum perlu untuk membayar plugin mailchimp atau hubspot versi PRO. Lakukan saja analisa sendiri menggunakan google analytic dan google search console. Lalu jika anda menjual produk-produk makanan, apakah perlu untuk memiliki fitur wp smart compare ?

Plugin esensial lainnya yaitu woocommerce admin. Sejak pertama kali di release tahun lalu sudah seperti menjadi plugin wajib pendamping WooCommerce. Berita terakhir mengikuti update WooCommerce 4.0 yang release pada 10 Maret 2019 lalu. Bahwa project WC admin sudah terintegrasi pada core plugin WooCommerce. Artinya jika WooCommerce anda berjalan pada versi 4.0+, maka anda bisa mulai mencopot pemasangan plugin wc admin tersebut. Cek kebenarannya disini. WooCommerce 4.0 Lands with New Admin Interface and Updated Onboarding Experience

Kesimpulannya anda bisa membuang plugin-plugin tersebut. Jangan khawatir bahwa toko online anda akan menjadi error. Meskipun plugin-plugin tersebut di copot, toko online anda akan tetap berjalan smooth. Yang penting pastikan konfigurasi plugin core “WooCommerce” sudah benar dan selalu menggunakan versi terbaru. Beberapa kumpulan tips-trik yang kami tag “WooCommerce” mungkin bisa membantu anda mengkustom website toko online anda. Karena kami memiliki tips-trik berupa penambahan kode atau skrip ke dalam file function.php. Sehingga anda bisa mulai meninggalkan plugin-plugin “kecil” di atas.

Pastikan untuk menggunakan versi paling baru tema website, plugin, WordPress dan PHP.

Langkah berikutnya tips-trik membuat ngebut halaman backend WooCommerce adalah dengan selalu memasang versi terbaru dari tema dan plugin yang dipasang. Pembaruan tema atau plugin bukan hanya memperbarui atau “mengatasi masalah” pada halaman frontend. Mereka juga memberikan patch untuk mengatasi masalah-masalah pada area dashboard admin.

Kami sarankan anda untuk membuat versi staging atau maintenance untuk website toko online anda. Pada beberapa kasus misalnya “major realease” plugin bukan berarti membuat website menjadi lebih stabil. Justru sebaliknya versi baru tersebut membuat website jadi bermasalah. Untuk itu lakukan test dulu pada website “maintenance mode”. Untuk versi terbaru dari plugin yang memberikan update “major realease”. Jangan sampai update yang bermasalah justru merusak operasional toko online anda. Langkah diatas tentu berlaku juga untuk update CMS WordPress dan PHP.

“Minimalisasi” Fungsionalitas halaman WordPress admin.

Jika anda menggunakan Plugin Yoast SEO. Coba cek halaman dashboardnya. Kami sendiri baru ngeh, jika ternyata satu halaman tersebut full hanya untuk iklan. Lalu coba lihat halaman/tab settingnya. pada sidebar sebelah kanan, ternyata juga cuma iklan. Begitu juga plugin-plugin lainnya yang menempatkan iklan, ajakan beralih ke premium dan blog-blog artikel terbaru mereka. Jika anda bisa mendisablenya, maka lebih baik di disable saja. Jika anda ingin membaca update dari setiap blog plugin tersebut anda bisa mengunjungi websitenya secara berkala. Atau “subscribe” untuk bisa anda terima pada email. Kami punya tips trik mendisable iklan sidebar plugin Yoast SEO. Tips-trik Menghilangkan Iklan Banner Sidebar Yoast SEO – Maret 2020.

Lalu pada halaman post, page, kategori, komentar, produk, kategori produk juga bisa di kontrol tampilannya. Klik “screen option” atau “opsi layar”. Lalu tentukan field mana saja yang ingin ditampilkan. Tentukan juga paginasi berapa jumlah produk atau post yang ingin ditampilkan dalam satu halaman. Khusus pada halaman atau tab WooCommerce juga dapat dikontrol analisis apa yang ingin di tampilkan melalui “display stats”. Beberapa yang bisa di setting adalah pada bagian performance, charts dan leaderboards. Diantaranya total sales, net sales, orders, average order, item sold dan lain-lainnya.

Cek dan aktifkan modul PHP extension

Mungkin tanpa anda sadari bahwa ada modul-modul extention php yang bisa membantu anda memaksimalkan loading website anda. Misalnya image magic, opcache, brotli, gzip. Extensi tersebut tersedia pada menu PHP selector cPanel anda. Mungkin saja tidak diaktifkan secara default. Atau pihak hosting memang sengaja tidak mengaktifkannya. Artinya mereka memberikan pilihan sepenuhnya pada anda mau di aktifkan atau tidak. Saran kami coba cek pada cPanel anda. Silahkan menuju PHP selectors extensions, dan lihat apakah ada yang perlu diaktifkan disana.

Bersihkan database

Lalu tips-trik berikutnya membuat ngebut halaman backend WooCommerce adalah dengan membersihkan database. Melalui phpMyAdmin bersihkan data “sampah” didalam setiap tabel database. Artikel kami berikut mungkin bisa menjadi acuan bagaimana bersih bersih database WordPress dengan perintah SQL

Buatlah perencanaan yang matang

Banyak tips-trik lainnya yang dapat membuat ngebut halaman backend website WooCommerce. Umumnya sama seperti membuat ngebut halaman frontend, seperti minify, gunakan plugin caching dan lain-lain. Tapi sebagai tips-trik terakhir pada artikel ini. Kami menyarankan anda untuk membuat perencanaan yang matang. Misalnya produk apa yang akan anda jual. Lalu tentukan kategori, tag atau halaman-halaman yang akan anda buat. Sekali anda menentukan kategory, tag atau page, usahakan untuk tidak merubahnya. Karena merubah nama taxonomy maka hal tersebut akan berakibat pada “404” halaman not found. Meskipun bisa di redirect, maka redirect akan sedikit membuat website WooCommerce menjadi lebih lambat meskipun hanya dalam hitungan sepersekian detik.