Cara Menurunkan Bounce Rate

wpJakarta.Com – Cara Menurunkan Bounce Rate. Minggu lalu kami agak kaget (meskipun tidak membuat kami shock). Melihat tingginya lonjakan angka bounce rate. Yups… bounce rate blog wpJakarta.Com yang menyentuh angka lebih dari 90%. Tidak panik memang, tapi kami berfikir untuk melakukan sesuatu (aksi) yang seharusnya dapat menurunkan angka tersebut.

Artikel kategori SEO

Atau bagaimana menghasilkan uang lewat blog yang anda miliki

Kami sebetulnya tidak pernah pusing dengan berapapun angka bounce rate di blog kami ini. Namun kali ini kami ingin melakukan sedikit aksi sekaligus ingin kami jadikan bahan studi kasus. Hasilnya, tentu dapat kami bagikan sebagai konten studi kasus kami. Ketika kami menulis artikel ini, studi kasus masih berjalan. Anggaplah ini tahap awal (starting point), lalu kami ambil beberapa tindakan. Dan hasilnya baru akan kami update beberapa minggu ke depan.

Cara Menurunkan Bounce Rate
Bounce rate tinggi > 90%

Dari grafik di atas, terlihat bahwa persentase bounce rate kami terlihat sangat “mengerikan”. Anda mungkin mengalami hal yang sama ? Tidak perlu panik meskipun angka bounce rate blog atau website anda tinggi. bahkan jika melebihi angka 90% seperti yang di tunjukan grafik di atas. Sebaiknya review lagi goal dari website atau blog yang anda buat. PPKM darurat yang kembali di ambil pemerintah lah yang justru membuat kami lebih panik.

Bounce rate kami setelah optimasi

Ini hasil yang kami dapatkan setelah melakukan aksi atau cara menurunkan bounce rate kami yang tinggi. Metrik lainnya seperti page view, page session dan page overflow memang terlihat juga meningkat. Menandakan bahwa pengunjung website menjadi betah berlama-lama di website ini.

Intinya menurunkan bounce rate memang relatif lebih mudah ketimbang menaikan trafik. Ketika menaikan trafik membutuhkan waktu hingga 2 atau 3 bulan sejak optimisasi website. Maka bounce rate bisa di lihat hanya dalam waktu maksimal 1 bulan untuk melihat progres perbaikannya. Jadi sebaiknya jangan panik ketika mendapati bounce rate anda yang tinggi.

Bounce Rate
Setelah optimasi bounce rate turun < 10%

Apa itu bounce rate ?

Kebanyakan orang (blogger atau webmaster) mungkin akan panik ketika menemukan angka bounce ratenya yang tinggi. Apalagi hingga menyentuh angka lebih dari 90%. Tapi jika anda tau bagaimana perhitungan google analytic terkait bounce rate, mungkin bisa membuat anda menjadi lebih tenang. Definisi Bounce rate dari halaman analytics yang kami kutip adalah sebagai berikut.

Bounce rate adalah sesi satu halaman di situs website. Di Google Analytics, bounce dihitung secara khusus sebagai sesi yang memicu hanya satu permintaan saja ke server analytics. Misalnya pengguna menemukan dan membuka satu saja halaman di situs website anda. Lalu keluar meninggalkan halaman tersebut tanpa memicu permintaan lain ke server Analytics selama sesi tersebut. Permintaan lain yang di maksud mungkin saja tidak mengunjungi halaman lainnya. Atau tidak melakukan klik terhadap offer di website anda.

Bounce rate adalah sesi satu halaman dibagi dengan semua sesi, atau persentase semua sesi di situs website di mana pengguna hanya melihat satu halaman dan memicu hanya satu permintaan ke server analytics. Sesi satu halaman ini memiliki durasi sesi 0 detik karena tidak ada klik berikutnya setelah klik pertama yang memungkinkan analytics menghitung durasi sesi. Pelajari lebih lanjut di halaman blog google analytic tentang bagaimana durasi sesi dihitung.

Faktor lain yang memicu bounce rate

Faktor lainnya yang memicu bounce rate adalah yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Misalnya ada pengunjung website anda yang sedang mengunjungi satu halaman di konten anda. Lalu tiba-tiba membuka email dari tab atau window yang berbeda. Hal tersebut di hitung sebagai bounce rate, meskipun user tersebut kembali lagi ke tab konten anda.

Apakah bounce rate yang tinggi merupakan hal yang buruk ?

Tidak juga. Jika anda menargetkan pengunjung situs anda ingin melihat halaman lainnya setelah mendarat di halaman kunjungan yang pertama. Maka, angka bounce rate yang tinggi itu berarti buruk. Misalnya, jika anda menjalankan blog afiliasi atau toko online. Anda ingin setiap orang yang mengunjungi website anda, lalu mengunjungi lagi halaman lainnya. Dengan harapan bisa melakukan klik terhadap produk yang anda pasarkan.

Lain halnya, jika anda memiliki situs blog tutorial, di mana ketika pengguna selesai membaca dan anda tidak pernah berharap pengunjung untuk mengunjungi halaman lain. Atau ketika di website anda hanya ada jenis konten yang diharapkan sesi satu halaman saja, maka bounce rate yang tinggi adalah hal yang normal.

Artikel tentang WordPress & WooCommerce

Bounce rate pada halaman landing page

Bagaimana pengaruh bounce rate pada halaman landing page ? lagi-lagi tergantung bagaimana anda mendesain atau menentukan goal halaman landing page tersebut. Dua skenario contohnya adalah sebagai berikut.

  • Misalnya anda memiliki halaman landing page dan hanya akan ada satu sesi pada halaman tersebut. Anda hanya menyertakan nomor telepon dan tidak menyematkan tombol WA. Maka bounce rate yang tinggi bukanlah masalah yang besar. Toh anda akan tetap menerima permintaan order dari calon customer melalui sambungan telepon.
  • Lain halnya jika anda memiliki halaman landing page dengan tujuan satu sesi. Namun anda juga menyematkan, misalnya : Contact form, tombol WA atau CTA dan anda ingin mengalihkan calon customer menuju ke halaman pricing table. Ketika jika mayoritas pengunjung tidak mengisi contact form, tidak mengklik tombol WA dan tidak mengunjungi halaman pricing. Maka bounce rate yang tinggi adalah masalah besar yang anda hadapi.

Cara menurunkan bounce rate

Blog kami hanya menawarkan satu sesi halaman. Biasanya pengunjung kami menemukan blog ini secara organik melalui google search. Dan hanya untuk melihat tutorial dan kustomisasi website WordPress atau WooCommerce yang kami tulis. Tidak ada penawaran lainnya atau lead generation yang kami tawarkan disini. Kai bahkan tidak pernah meminta pengunjung kami untuk mendaftar newsletter. Maka bounce rate yang melebihi angka 90% bukanlah masalah besar buat kami.

Namun kami ingin juga mengimplementasikan beberapa cara menurunkan bounce rate. Tidak ada salahnya, karena memang ingin menjadikannya sebagai studi kasus. Jika kami berhasil menurunkan angka bounce rate yang tinggi tersebut. Artinya ada hal yang berguna yang bisa kami bagikan di sini.

1. Buat konten yang berkualitas

Cara menurunkan bounce rate yang paling utama adalah dengan tetap menulis artikel-artikel berkualitas. Gunakan bahasa yang membuat pengunjung anda nyaman membacanya. Kesesuaian judul, isi konten dan deskripsi meta yang tampil pada halaman pencarian akan membuat pengunjung anda merasa tidak di bohongi.

2. Merevisi atau update content

Artikel-artikel baru anda sudah berkualitas ? maka saatnya membuka lembaran lama untuk merevisi dan update konten lama anda. Konten lama di website kita mungkin sudah tidak relevan atau dengan gaya bahasa yang masih alay. Misalnya, ketika anda pernah merubah nama domain dan atau mengubah niche. Mungkin ada banyak artikel kami yang usang dan tidak lagi relevan terkait pergantian niche tersebut.

Blogger pemula, sepertinya kami dulu memulai blog rasanya masih kurang ahli dalam menulis dan merangkai kata. Mungkin karena bahasa yang tidak enak di baca atau kesalahan pengetikan sepreti bekirut ini. Bounce rate yang tinggi mungkin karena pengunjung merasa tidak nyaman dengan bahasa konten anda yang terkesan tidak profesional.

Anda mungkin juga harus menghapus halaman atau artikel yang tidak relevan lagi dengan niche saat ini. Atau konten tentang tips-trik pemrograman di mana konten atau skrip kode yang anda tulis mungkin sudah tidak berjalan karena deprecated. Menghapus halaman yang tidak relevan dengan topik juga bisa memboost SEO blog atau website anda.

Sisanya adalah mengoptimisasi konten yang masih exist. Jika anda pernah mereset database WordPress atau mereset instalasi WordPress. Atau melakukan desain ulang atau bahkan mengganti plugin SEO. Maka kami sarankan untuk buka lagi satu persatu artikel lama anda dan poles lagi SEO on-pagenya.

Artikel coding dan pemrograman

3. Pastikan loading website anda cepat

Monitoring pagespeed website anda di setiap halaman (homepage, page, arsip dan konten (post). Loading yang lambat mungkin karena masalah pada sisi hosting, penggunaan tema dan plugin yang berat atau iklan yang anda tayangkan.

3.1 Review iklan di website anda

Tidak bisa di pungkiri bahwa mengijinkan iklan, (adsense misalnya) untuk di tampilkan di website atau blog kita adalah cara asyik menghasilkan uang. Namun iklan juga akan menjadi masalah serius untuk loading kecepatan website anda.

Website WordPress yang di hosting pada budget pas-pasan (shared hosting berkualitas rendah). Dan anda memakai tema atau plugin yang berat, bukan tidak mungkin loading halaman blog anda akan menjadi sangat lama. Pengunjung akan mengurungkan niatnya untuk mengunjungi blog anda karena hanya menemukan halaman putih (blank) tanpa ada konten apapun.

Pada google adsense anda bisa memilih untuk menampilkan iklan auto atau manual. Jika anda memilih untuk menampilkan iklan secara auto maka setting ad-load jangan pada level maksimum. Pilih di tengah (50%) atau di bawah 50%. Iklan auto akan secara dinamic menginject iklan di tengah-tengah konten di antara paragraf. Jika level ad-load yang anda pilih pada level maksimum maka itu akan memberatkan loading halaman landing konten anda.

3.2 Sesuaikan tema dan plugin yang anda gunakan dengan resource hosting

WordPress memang menawarkan kemudahan dalam membangun website atau blog. Besarnya dukungan komunitas memungkinkan kita dapat memilih tema website WordPress yang sangat beragam. Secara umum blog dengan basis WordPress juga cukup lancar dan smooth di jalankan pada hosting tipe shared hosting. Namun banyak para pemilik website WordPress tidak memperhatikan atau menyesuaikan tema website dan plugin yang di gunakan dengan tipe hosting shared.

Ketika anda menjalankan website dengan basis WordPress pada shared hosting, maka gunakan tema website yang ringan. Website jenis blog (weblog) juga biasanya tidak memerlukan banyak plugin untuk di pasang. Dengan ringannya tema dan plugin yang anda pasang, maka akan ada keuntungan yang bisa anda dapat karena google mensyaratkan pagespeed (core web vitals) sebagai faktor pemeringkatan.

4. Buat menu (sticky) dan struktur halaman yang jelas

Menu yang di buat sticky ternyata bukan hanya ampuh membuat pengunjung betah. Namun juga terbukti bisa meningkatkan pendapatan iklan adsense. Kami pernah menuliskannya pada artikel membuat menu sticky WordPress. Membuat menu yang jelas di bagian header website anda dan membuatnya sticky adalah nilai tambah.

Jika anda memiliki website jenis blog, maka memasang menu halaman about us atau contact us di bagian atas bukanlah ide yang baik. Halaman about us, contact maupun halaman privacy policy akan lebih pas jika di taruh di bagian footer. Link artikel populer atau link kategori utama seharusnya yang anda sematkan pada bagian header. Dan jika anda punya artikel atau konten populer, maka anda bisa memasangnya pada bagian sidebar.

5. Menambahkan menu “related” post

Menambahkan menu related post bisa membantu untuk tidak membuat pengunjung lebih cepat berada di halaman website anda. Tema website versi gratis mungkin terbatas dalam hal ini. Namun plugin jetpack akan dapat membantu anda menampilkan menu “artikel terkait” di bagian bawah konten anda.

6. Kustom halaman 404

Sedikit kreatif dengan mengkustom halaman 404 anda akan membuat pengunjung tidak serta merta pergi. Halaman 404 yang apa adanya terbukti membuat pengunjung website anda langsung kabur karena berfikir bahwa website atau blog anda error atau tidak exist sama sekali. Padahal halaman error 404 seharusnya dapat menjelaskan bahwa error hanya terjadi pada satu halaman tersebut saja dan bukan pada seluruh website.

Artikel kami lainnya

Kesimpulan

Mungkin masih banyak cara menurunkan bounce rate lainnya. Misalnya mengoptimalkan tampilan halaman pada layar yang lebih kecil (fully responsive). dan informasi dan CTA yang sesuai dan relevan. Namun point-point di atas lah yang kami implementasikan saat ini. Kami akan update lagi artikel ini dengan screenshoot angka bounce rate terupdate. Kita lihat saja apakah kami berhasil menurunkannya atau tidak.