Posted on

Kerja Secara Remote Untuk Usaha Kecil Dan Menengah

Kerja Remote Usaha Kecil Menengah

wpJakarta.Com – Kerja Secara Remote Untuk Usaha Kecil Dan Menengah. Di masa pandemi saat ini memaksa banyak orang untuk tinggal di rumah, termasuk para karyawan. Bagi perusahaan besar yang memiliki infrastruktur memadai tentu dapat memfasilitasi pekerjaan secara remote bagi karyawan mereka untuk melakukan “Work From Home”. Tetapi bagaimana bagi bisnis usaha kecil atau umkm ?

Artikel kami lainnya :

Haruskah melakukan kerja secara remote untuk usaha kecil dan menengah ?

Pertanyaan pertama, haruskah juga melakukan kerja secara remote untuk usaha kecil dan menengah ? Meskipun kategori usaha kecil tapi sudah memiliki infrastruktur yang mendukung, mungkin tinggal melakukan beberapa penyesuaian dan adjustment saja. Pertanyaan kedua, bagaimana dengan usaha kecil yang tidak memiliki infrastruktur cukup, perlukah juga melakukan bisnis atau secara remote untuk usaha kecil dan menengah ?

Jika kembali pada pertanyaan diatas, Haruskah melakukan bisnis atau kerja secara remote untuk usaha kecil dan menengah ? menurut kami maka hal tersebut harus dilakukan, jika memang ada peluang untuk menambah pendapatan atau keuntungan. Jangan dilakukan jika cuma ikut arus tanpa memperhitungkan keuntungan yang akan di dapat.

Meskipun dalam jaman digital saat ini melakukan video call, mengirim dokumen atau jenis pekerjaan lainnya adalah hal yang sangat mudah dilakukan. Namun jika hal tersebut tidak memberikan keuntungan, maka lebih baik tidak usah dilakukan. Bukan untung bisa-bisa malah buntung yang didapat.

Pertimbangan untuk kerja secara remote untuk usaha kecil dan menengah ?

Beberapa hal berikut ini mungkin bisa diperhitungkan dalam memilih aplikasi dan vendor. Jika ingin merealisasikan program kerja secara remote untuk usaha kecil dan menengah.

Perhatikan faktor keamanan dan privacy

Pelaku usaha kecil sebaiknya tetap harus “waspada dan jangan tergesa-gesa” untuk mengadopsi hal tersebut. Meskipun ada peluang untuk survive bahkan mungkin bisa menambah produtifitas di masa pandemi. Tetap ada beberapa hal yang harus di perhitungkan. Misalnya skala aplikasi yang ingin digunakan. Kita tau bahwa whatsapp pun saat ini bisa melakukan video call hingga 8 orang. Tapi untuk skala usaha apakah tepat untuk menggunakan aplikasi yang notabene untuk penggunaan perorangan. Bagi skala usaha, terutama faktor keamanan mungkin tidak sesuai pada skalanya.

“Perusahaan harus mencapai keseimbangan, karena alat yang disukai pengguna mereka mungkin tidak sesuai dari perspektif data,” kata Jon Reed, salah satu pendiri diginomica, sebuah situs berita yang mencakup komputasi perusahaan.

Untuk penggunaan pribadi seperti contoh fitur video call whatsapp mungkin saja sudah sangat memadai. Tapi untuk skala usaha apakah juga sudah memiliki fitur keamanan yang diperlukan. Pada skala usaha, sudah pasti bahwa diskusi usaha penuh dengan informasi hak milik yang sensitif. Selain privasi dan keamanan data, tata kelola juga penting.

Usaha kecil yang sudah mapan mungkin saja memiliki SOP tentang arsip-arsip pekerjaan. Ada peraturan dimana mengharuskan perusahaan untuk mengarsip pekerjaan dan dokumen. Dalam hal “Work From Home” tentu ada konten atau data digital yang harus disimpan. Jadi perlu di ketahui lebih lanjut bagaimana (misalnya Whatsapp) menghandle data-data tersebut.

Pekerjaan jarak jauh atau secara remote bisa dalam berbagai bentuk, konferensi video, mengemukakan pendapat, diskusi, manajemen proyek hingga kirim dan terima dokumen. Ketika usaha memutuskan untuk melakukan pekerjaan jarak jauh, satu pertimbangan adalah aplikasi apa yang sudah digunakan oleh tim dan bagaimana cara mereka mengaksesnya. Misalnya apakah melalui browser website, desktop virtual, atau jaringan pribadi virtual. Lainnya adalah jenis perangkat yang digunakan para karyawan.

Peran Kualitas Layanan

Kualitas layanan juga penting karena alat yang paling canggihpun mungkin tidak akan memberikan manfaat apa-apa, jika karyawan tidak tau cara menggunakannya. Saat ini banyak usaha yang bergeser pada solusi “cloud”. Apalagi untuk usaha kecil dan menengah yang memang tidak memiliki infrastruktur sendiri. Sehingga usahanya akan lebih bergantung pada vendor dalam memberikan layanan baik frontend maupun proses backendnya. Maka pastikan bahwa kualitas provider paling tidak dalam skala enterprise meskipun usaha anda masih dalam tahap usaha kecil

Langkah awal yang dapat dilakukan dalam memastikan kualitas layanan adalah memahami parameter atau metrik khusus terhadap aplikasi yang ingin digunakan. Seperti misalnya kualitas panggilan untuk solusi konferensi video. Anda harus menegosiasikan untuk mendapatkan layanan seperti yang anda mau dan vendor harus menjanjikan dengan memberikan garansi bahwa kualitas layanannya tidak akan turun. Dan ada kompensasi yang harus diberikan jika ada saat-saat dimana kualitas turun atau drop sekalipun.

Baca juga :

Support layanan

Untuk menguji parameter atau metrik kualiatas layanan vendor, maka jangan cuma mendengar dari presentasi pihak vendor saja. Pastikan anda sendiri yang melakukannya atau tim yang di delegasikan untuk mengujinya.

Dukungan teknis atau support dari pihak vendor juga sangat penting. Misalnya bagaimana jika ada masalah ? Drop pada jaringan, bagaimana anda mengeskalasi hal tersebut terhadap support pihak vendor. Jika penyelesaiannya tidak bisa dilakukan secara remote, lalu perhitungkan juga berapa lama mereka akan tiba dan menyelesaikan masalah tersebut.

Memilih Vendor Yang Tepat

Saat anda melakukan evaluasi terhadap kualitas layanan vendor. Maka lakukan uji secara tuntas. Ketahui rekam jejak dan histori kerja sebelum mengetahui yang lain. Pastikan bahwa vendor juga memiliki catatan bekerja dengan perusahaan lainnya pada bidang yang sama. Jika perlu cari referensi dari perusahaan lain tersebut. Kunjungi juga situs website atau sosial media untuk melihat review, ulasan atau testimoni-testimoni tentang mereka.

Pilih aplikasi dengan utilitas tinggi

Memilih aplikasi dengan daya guna tinggi akan lebih baik dibandingkan bekerja sama dengan banyak vendor untuk mencakup banyak aplikasi. Jadi ada baiknya memilih vendor yang menawarkan solusi terhadap banyak aspek (multi). Perusahaan yang menggunakan banyak aplikasi akan beresiko membingungkan customer anda dan karyawan anda sendiri. Pahitnya karyawan akan merasa bekerja terlalu berat untuk mencari solusi jika terjadi masalah.