Posted on

Membuat Performa Website Ngebut (Bagian 1)

Membuat Performa Website Ngebut (Bagian 1). “Waktu Adalah Uang”. Peribahasa yang masih dan akan sangat relevan sepanjang jaman. Hanya saja di jaman teknologi seperti sekarang ini, kompetisinya menjadi lebih cepat. Dalam hal website, harus bisa berkompetisi dalam hitungan detik. Berikut tips trik membuat website ngebut bagian pertama. Sehingga bisa meningkatkan dan saving kecepatan website meskipun hanya meningkat sepersekian detik, hal tersebut sangat penting untuk berkompetisi bersama jutaan website lainnya.

wp jakarta tips-trik wordpresswp jakarta tips-trik wordpress

Seberapa penting kecepatan sebuah website ?

Jika anda berfikir kecepatan situs website adalah hal yang tidak penting ? Coba pikirkan lagi…, Website yang loadingnya lambat dan kita tidak menyadarinya. Maka setiap artikel yang ditulis, gambar yang di post, produk yang di display atau service yang ditawarkan akan menjadi tidak berarti. Satu detik saja loading website kalah berkompetisi dengan website yang lain, maka jika anda seorang blogger maka hal tersebut dapat menurunkan 11% page view blog anda. Jika website penunjang bisnis maka kepuasan pelanggan akan turun 16%. Untuk website yang menjalankan bisnis digital maka 7% akan kehilangan konversi.

Penyebab Situs Website Lambat

Banyak faktor memang, apalagi jika menggunakan “shared hosting” dan hosting provider yang berkualitas rendah. Performa dan kualitas hosting memang menjadi faktor paling menentukan. Tapi banyak juga hal penyebab situs website lambat berasal dari perilaku kita dalam memanage sebuah website. Dan pastinya ada cara untuk kita mengatasinya.

Berikut beberapa cara untuk membuat performa website ngebut pada artikel kami bagian 1 ini. Ya kami akan membaginya dalam beberapa bagian untuk bisa membahas lebih dalam pada masing-masing faktor. Dan artikel ini adalah artikel kami bagian pertama.

Membuat Performa Website Ngebut Bagian 1

1. Meminimalkan HTTP Request

Cara pertama untuk membuat performa website ngebut di artikel kami di bagian 1 ini adalah meminimalkan http request. 80% waktu loading website dihasilkan untuk “meload” bagian-bagian lain dari website itu sendiri, seperti gambar, kode skrip, CSS dan lain-lain. HTTP request terjadi pada masing-masing elemen tersebut, sehingga semakin banyak komponen, maka semakin banyak juga waktu yang digunakan untuk loading halaman website.

Pada browser google chrome, kita dapat menggunakan chrome dev tools untuk melihat berapa banyak http request yang terjadi di halaman website. Klik kanan dan pilih “inspect” pada halaman web, atau klik menu titik tiga di pojok kanan atas browser.

Baca artikel kami tentang bagaimana mengurangi http request secara sederhana tanpa harus berkutat dengan kode atau hal teknis.

mengurangi http request secara sederhana

Homepage adalah wajah kita, Dan salah satu solusi paling mudah untuk mengurangi http request pada halaman homepage adalah dengan mengurangi jumlah gambar yang ada pada homepage website. Mendesain halaman homepage dengan desain yang simple namun kreatif, dengan hanya menampilkan beberapa gambar saja yang mencerminkan tujuan website tersebut dapat menurunkan http request dengan sangat signifikan.

2. Meminify dan mengkombine file

Cara kedua untuk membuat performa website ngebut di artikel kami bagian 1 ini adalah dengan cara Meminify dan mengkombine file. Bukan hanya dapat meningkatkan performa website, namun meminify dan mengkombine file juga sebagai salah satu cara untuk mengurangi http request sesuai point nomor 1 diatas. Website bisa tampil dan dengan tampilan yang indah karena file-file HTML, CSS dan JS yang dibuat. Hal signifikan untuk membuat loading website lebih cepat adalah dengan meminify dan mengkombinenya.

Jika anda menggunakan caching plugin. Anda dapat melakukannya hanya dengan beberapa klik saja. Rata-rata caching plugin memang memiliki kemampuan untuk meminify dan mengkombine. Cari menu atau fitur tersebut diplugin caching favorit anda dan toggle ke ON untuk meminify.

3. Load file CSS dan JS asynchronous

Cara ketiga untuk membuat performa website ngebut di artikel kami bagian 1 ini adalah dengan meload file CSS dan JS secara asynchronous. Kode skrip CSS dan JS di loading dengan dua cara, synchronous atau asynchronous. Synchronous artinya file akan diload satu kali. Dan asynchronous berarti file anda akan diload beberapa kali secara simultan. Di tab pengaturan LiteSpeed cache yang lain anda juga dapat menemukan fitur untuk meload google font secara asynchronous.

4. Defer JavaScript loading

Cara keempat untuk membuat performa website ngebut di artikel kami bagian 1 ini adalah dengan menunda loading JavaScript. Sesuai artinya “Defer” berarti menunda. Fungsi ini dapat menunda file-file besar JS hingga semua file atau elemen yang lain diloading secara sempurna dan tanpa delay. Jika anda menjalankan website wordpress dengan plugin LiteSpeed yang terinstal, anda juga dapat mengaktifkan fitur untuk menunda file javascript atau defer JS load.

Untuk template html anda dapat menaruh fungsi untuk memanggil file JS external. Contoh defer loading JS dari salah satu halaman tutorial w3schools.com.

5. Minimize TTFB atau time to first byte

Cara ketiga untuk membuat performa website ngebut di artikel kami bagian 1 ini adalah dengan meminimize TTFB atau time to first byte. Sesuai namanya TTFB adalah total waktu halaman website yang dalam satuan detik dibutuhkan dari koneksi pertama kali dibuat sampai tepat sebelum transfer byte pertama. Atau jika anda adalah pengunjung sebuah website itu berarti juga waktu browser anda berapa lama menunggu hingga halaman website di transfer tepat pada byte pertama.

Dengan chrome dev tools anda juga dapat melihat masing-masing TTFB dari setiap file. Atau anda dapat menggunakan tools online webpagetest.org untuk melihat berapa detik TTFB di buat oleh halaman web anda. Paling ideal TTFB harus berada di bawah 200ms. Secara umum yang menyebabkan TTFB lambat adalah masalah jaringan, konfigurasi server web, traffic dan lain-lain. Kualitas jaringan yang anda gunakan akan sangat berpengaruh juga terhadap waktu TTFB.