Posted on

Membuat Artikel Menggunakan Gutenberg (Blok Editor) WordPress

wpJakarta – Membuat Artikel Menggunakan Blok Editor (Gutenberg) WordPress. Ini pertama kali kami membuat artikel post menggunakan blok editor. Setelah sekian lama terbiasa dengan klasik editor, nampaknya penggunaan blok editor harus segera dimulai.

wp jakarta tips-trik wordpresswp jakarta tips-trik wordpress

NB. Artikel ini kurang tapi penting untuk anda lanjutkan baca. Hanya artikel betapa “jadulnya” kami karena baru mulai menggunakan blok editor. Anda boleh tidak melanjutkan membaca atau pilih artikel lainnya dari widget disamping.

wpJakarta.

Gutenberg bagian dari masa depan WordPress ?

Karena jika melihat artikel-artikel “resmi”nya WordPress (wptavern.com atau blog pendiri WordPress) sepertinya gutenberg blok editor jadi gawean utamanya WordPress. Akan terus dikembangkan dan ada dalam “masa depan” WordPress.

Walaupun blog tersebut berbahasa inggris dan kurang tapi ngarti. Tapi yang kami tangkap sih begitu, nich contohnya : https://wptavern.com/gutenberg-team-explores-the-future-of-full-site-editing-with-new-prototype. Dan ini : https://ma.tt/2018/11/a-gutenberg-faq/

Menyesuaikan diri dengan gutenberg blok editor

Belum lagi tema default WordPress “twentytwenty” yang dibuat untuk dapat mengakomodasi penuh “blok”. Lalu produk-produk tema dan plugin yang mulai secara serentak “menyesuaikan diri” supaya dapat kompatible dengan blok.

Jika selama ini anda (khususnya kami sendiri) yang selalu “menolak” menggunakan blok editor, artinya sama saja dengan menolak “masa depan” WordPress. Jadi sepertinya “rasa” yang selama ini terus untuk menolak menggunakan blok editor memang harus dilawan, atau kita akan ketinggalan “masa depannya” WordPress.

Kalau ternyata membuat artikel secara umum (paragraph, gambar, link, H1, H2, H3) bisa lebih mudah dengan gutenberg, kenapa tidak dilakukan, dan masih menggunakan klasik editor ?

Awalnya pasti sulit dan kita berpendapat “tidak bisa”. Masa iya tidak bisa ? sebetulnya bukannya tidak bisa, tapi karena tidak biasa atau tidak mau. Karena kalau mau apapun pasti bisa.

Mulai membuat artikel menggunakan gutenberg (Blok Editor) atau tetap klasik ?

Diatas kami sudah dicoba menggunakan blok-blok yang umum, sepeti gambar, link, kolom, H1, H2, H3, quote dan “cite”. Dan sejauh ini sepertinya mudah. Hanya mungkin karena belum terbiasa jadi agak memakan waktu lama untuk menyelesaikan sebuah artikel yang berisi 300 kata.

Menggunakan gutenberg tentu akan membuang lagi satu buah plugin. Bagi kami ini tentu baik, karena wpJakarta memang ikut “aliran” website wordpress yang minim plugin. (Kami hanya menggunakan plugin yang benar-benar esensial). Bahkan halaman homepage kami yang jadul di “desain tanpa plugin.

Jadi kesimpulannya mulai saat ini artikel-artikel kami akan dibuat dengan gutenber blok editor. Bukan hanya artikel, halaman atau desain homepage juga akan menggunakan blok editor.