Posted on

Alasan Kenapa Konten Tidak Muncul Pada Search Engine

wpJakarta – Alasan Kenapa Konten Tidak Muncul Pada Search Engine. Sebenarnya ini bukan masalah masalah umum SEO. Tetapi sebaliknya konten yang sudah maksimal SEO namun tidak muncul pada rangking pertama search engine. Mungkin anda pernah mengalami saat membuat konten website, dan merasa sudah memaksimalkan semua teknik SEO. Konten tersebut adalah konten unggulan atau “cornerstone”, sehingga anda benar-benar telaten dalam mengimplementasikan SEO baik off-page maupun on-page pada konten tersebut.

Baca Juga :

Konten Sudah SEO Maksimal, Namun Tidak muncul Di Halaman Pertama Search Engine

Namun sayangnya setelah memastikan bahwa lampu SEO sudah menyala hijau. Dan konten juga sudah di “crawl google”, namun anda tidak menemukannya pada halaman 1, 2 atau 3 sekalipun di mesin pencari. Ada beberapa alasan kenapa konten yang sudah anda buat dan di poles sedemikian rupa dengan SEO. Namun tidak mendapatkan ranking yang bagus pada mesin pencari.

Berikut kami rangkum beberapa alasan kenapa konten tidak maksimal dan tidak mendapatkan ranking yang baik pada mesin pencari meskipun sudah mengimplementasikan SEO.

Baca Juga :

1. Konten Anda Kalah Bersaing

Yang pertama konten anda kalah bersaing. Contoh analogi yang paling mudah adalah, misalnya anda menulis review mengenai Handphone Samsung A80. Lalu anda juga menargetkan kata kunci “Samsung Galaxy A80” atau “Harga Samsung A80”.

Jika website anda masih rendah dalam hal “Authority” sudah pasti konten anda akan tenggelam. Hal itu karena konten anda kalah bersaing dengan situs-situs marketplace, e-commerce, situs berita, afiliasi bahkan situs vendor handphone itu sendiri. Yang notabene memang unggul soal authority dan pastinya lebih “kencang” dalam menancapkan kukunya pada keyword tersebut.

Misalnya tokopedia, bukalapak atau lazada yang sudah pasti seller-sellernya akan menjual handphone tersebut, dan menggunakan keyword yang sama.

Untuk mengatasi hal ini, anda bisa menggunakan trik “Nyolong start”. Misalnya satu atau dua minggu menjelang peluncuran handphone tersebut. Anda sudah lebih dulu menuliskan kontennya plus dengan keyword yang tepat.

Dengan begitu konten anda sudah lebih dulu “nangkring”. Karena seiring menjelang waktu peluncuran handphone tersebut, biasanya pencarian dari pengguna juga akan semakin kencang.

Trik lainnya ada perlu memaksimalkan “long tail keyword”. Gunakan beberapa kata atau satu kalimat yang ingin anda jadikan keyword. Misalnya “Fitur TOF Time of Flight Kamera Samsung A80” atau “Fitur Revolusioner Samsung Galaxy A80”. Dengan begitu konten anda ada peluang untuk tampil di halaman pertama mesin pencari karena anda menggunakan keyword yang lebih spesifik.

2. Website Anda Sedikit Memiliki Backlink

Jika anda baru saja membangun sebuah website. Sangat mungkin jika “rayap” google belum terlalu mengenal website anda. Anda perlu backlink yang mengarah ke konten anda.

Triknya adalah, anda bisa memanfaatkan forum-forum interaksi untuk “menyisipkan” link ke konten anda. Yang paling mudah dan natural adalah jika misalnya anda mengalami masalah teknis baik plugin atau tema. Maka anda bisa mengadukan masalah anda pada forum suport tersebut dengan menyisipkan link yang mengarah pada konten anda.

Dengan begitu google akan sedikit mengenal anda. Tapi anda juga mesti aktif untuk mengeluarkan konten-konten yang “SEO friendly” secara regular. Seiring google mulai mengenal website anda, mesin pencari google juga akan lebih aktif mengindex konten-konten anda yang baru.

3. Struktur Data Dan Link Internal Yang Buruk

Selain backlink anda juga perlu merespon masalah pada struktur data dan link internal anda. Anda dapat mengatasi hal tersebut dengan cara :

  1. Setiap kali anda menerbitkan konten, pastikan juga anda untuk selalu menyisipkan link dari konten yang sudah anda terbitkan sebelumnya. Buat konten yang “nyambung” dengan konten lama anda, Dengan begitu konten anda yang baru terbit tetap terhubung dengan konten lama anda. Hal tersebut juga akan membuat pengunjung website untuk lebih intens saat mengunjungi website anda.
  2. Lalu pastikan juga untuk mengecek struktur permalink. Pilih lah setting permalink anda yang lebih SEO friendly. Anda juga mesti mengecek struktur data pada website, apakah sudah sesuai dengan “kemauan google”?. Gunakan structure data testing tools untuk mengecek struktur data pada website. Karena bisa jadi tema website di buat tanpa memperhatikan “kaidah-kaidah” schema.org.

4. Salah Target

Ingat, bahwa konten di internet bukan hanya tulisan. Tetapi Video, Resep, Musik juga merupakan konten internet. Itulah mengapa satu buah website biasanya hanya mengusung satu topic saja. Dan developer tema website juga membuat masing-masing tema berdasarkan topik yang spesifik juga. Supaya dapat mengakomodasi “arahan” dari schema.org terkait niche yang ingin diangkat.

Misalnya jika ingin mengangkat hobi memasak. Maka anda perlu menggunakan tema website yang secara spesifik untuk membuat konten memasak. Menuliskan konten resep memasak menggunakan tema website berita bisa jadi membuat anda salah target. Karena konten anda jelas kalah saing dengan blog yang secara khusus menggunakan template website memasak.

Anda dapat memilih tema yang secara khusus mendukung topik atau niche anda. Atau anda dapat memilih tema yang “multi purpose”. Namun pastikan bahwa tema yang di pilih adalah tema yang Responsive, Mobile friendly, SEO friendly, Ringan sehingga membuat google “senang” untuk menyambangi website anda.

Atau gunakan tema khusus untuk mengupload video. Dengan begitu konten tentang mengenai masak-memasak anda akan terakomodasi dari tutorial video yang di buat

5. Ada Masalah Teknis

Alasan lain bisa jadi ada masalah teknis pada website anda. Antara plugin yang satu dengan lainnya bisa saja “tidak akur”. Misalnya anda menggunakan plugin SEO (contohnya Yoast SEO) untuk memaksimalkan konten anda. Di sisi lain anda juga menggunakan plugin optimasi struktur data (contohnya schema).

Bukan tidak mungkin kedua plugin tersebut justru menimbulkan konflik sehingga menghalangi mesin pencari google saat mengindex website anda.

Atau jika memasang caching plugin dan di satu sisi juga menginstal plugin optimasi yang tanpa di sadari membuat website menjadi berat, atau mungkin menjadi tidak mobile friendly.

6. Kustomisasi Yang Salah

Yang terakhir kenapa konten tidak muncul dihalaman pertama, padahal sudah OKE dalam hal SEO. Itu karena anda melakukan kustomisasi dengan menghilangkan fungsi dari sebuah website. Hal tersebut dapat membuat konten menjadi tenggelam, atau drop seketika. Misalnya secara default tema website akan menampilkan tanggal posting. Yang pada “snippet” mesin pencari juga akan di tampilkan.

Tapi kebanyakan orang tidak ingin tanggal posting untuk tampil pada “snippet” mesin pencari dengan alasan tidak ingin kontennya di anggap jadul. Google ingin konten yang senatural mungkin. Jika konten diterbitkan pada tahun 2012 google juga ingin menginformasikan kepada pengunjung internet bahwa konten tersebut memang adalah konten yang dibuat pada tahun 2012.

Merubah atau menghilangkan elemen pada website ternyata dapat menurunkan “page rank” di mesin pencari. Ada pengalaman yang memiliki konten dengan keyword tertentu sudah berada pada peringkat ke-dua di halaman pertama mesin pencari google.

Karena tidak ingin kontennya di anggap jadul, maka dihilangkan tanggal post pada kontenya. Seketika kontennya drop masuk ke halaman kedua di pencarian google. Dan sayangnya sulit untuk naik lagi.

Bukan Karena Masalah Masalah Umum SEO

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang bisa menyebabkan konten tidak muncul pada halaman pertama search engine. Banyak orang mengira bahwa kontennya memiliki masalah masalah umum teknik-teknik SEO. Sehingga tidak bisa masuk pada halaman pertama, bahkan kedua di suatu mesin pencari.

Tapi sebenarnya bukan disebabkan oleh masalah masalah umum SEO. Tetapi lebih karena faktor-faktor di atas umum terjadi dalam hal “kontenisasi”.


Baca Juga :

Atau Baca Blog Ringan Kami Lainnya :